Jumat, 22 Maret 2013

Kemenangan Indonesia

Tim Indonesia kembali menyapu bersih semua laga di babak penyisihan Piala Axiata 2013, setelah mengalahkan Singapura 4-0 di DBL Arena Surabaya, Jumat (22/3). 

Hasil ini menggenapi kemenangan beruntun Indonesia, setelah pada laga pertama Kamis (21/3) para pemain berhasil mengalahkan Vietnam 4-0. 

Pasangan ganda putra Angga Pratama-Rian Agung Saputro mengalahkan Danny Bawa Chrisnanta-Yeo Zhao 21-11, 23-21, menyusul tiga kemenangan dalam laga melawan Singapura. 

Angga-Rian sempat dipaksa deuce tiga kali dalam pertandingan partai ketiga, namun dengan smes keras Rian dan kejelian Angga mereka menutup laga dengan kemenangan, membawa Indonesia ke posisi 4-0. 

Di partai pertama, Linda Wenifanetri mengalahkan Xing Aiying dengan rubber game 21-17, 19-21, 21-9.  

Selanjutnya tunggal putra Tommy Sugiarto menang mudah atas Ashton Chen, 21-19, 21-14 pada partai kedua. 

Ganda campuran Muhammad Rijal dan Debby Susanto memastikan kemenangan Indonesia atas Singapura setelah mengalahkan Liu Yi dan Yao Lei, 21-14, 19-21, 21-14, di partai ketiga. 

Manajer Tim Indonesia, Bambang Roedyanto, mengatakan sebenarnya sejumlah pemain tidak dalam kondisi prima karena sebagian besar pemain baru saja kembali dari tur Eropa, dan langsung bertanding di Surabaya. 

"Rijal dan Debby baru dari Swiss, tapi Akhirnya kita coba paksakan," ujarnya. 

Bambang juga sempat terkejut ketika Singapura menerjunkan ganda campuran Liu Yi dan Yao Lei yang sempat memaksa Rijal-Debby bermain di rubber game. 

"Kita juga tadi sempat keteteran, ada rubber," katanya. 

Namun dia menganggap wajar pemainnya sempat keteteran beberapa set karena persiapan mereka memang minim. 

"Yah, memang belum maksimal, sempat rubber, tapi tidak apa-apa, semoga besok lawan Malaysia lebih baik," ujarnya


by: id.Yahoo

Kamis, 21 Maret 2013

Sejarah Bulutangkis


Berkas:Battledore-and-shuttlecock.jpg

 Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.
Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.
Penduduk Inggris membawa permainan ini ke JepangRepublik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasiAsia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.
Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di PuneIndia pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.
Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.
bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negaraSkandinavia.


by: Wikipedia.com

Rabu, 20 Maret 2013

My idola tunggal putri badminton

Wang Lin cidera!



 (ketika cidera pertama yg dialaminya di turnament China open 2010)

Rollercoaster membawa dia terlalu cepat. Dalam sekejap di atas, tapi tak lama kemudian kembali ke bawah.. ;(

Reaksi orang2 mendengar berita ini adalah tekejut sekaligus sedih. Knp injury sekali lagi harus menimpa Wang Lin…
Wang Lin injury di akhir 2012 tepatnya pd kejuaraan nasional yg digelar di Beijing. WL yg pd saat itu membela klub Zhejiang tiba2 jatuh di lapangan. Tangan nya terus memegangi lutut kirinya dan menunjukan ekspresi kesakitan. Saat itu lutut kirinya merasakan sakit yg luar biasa.Wang Lin yg saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit beiyisanyuan langsung di periksa dan hasilnya menunjukan bahwa lutut kirinya robek lg. Dokter yg pertama menyarankan agar WL istirahat dlu,dokter yg lain mengatakan bhw saat itu lutut wl msh bengkak akan dilakukan cek selanjutnya.
Bernasib malang,2009 adlh waktu yg sangat tepat untuk mencari “pemimpin” baru tunggal putri china. Saat itu WL lah yg terlihat plg potensial. Wang Lin saat itu memenangkan National Games 2009 setelah mengalahkan Xie Xingfang (kandidat terkuat juara) di SF. Dan setahun kemudian, dia berhasil menjuarai kejuaraan dunia 2010 meskipun pd saat itu berstatus sebagai unggulan ke 7. “seharusnya pd 2010, tunggal putri china sudah memiliki “pemimpin”nya, tetapi sayang sekali cedera” kata Li Yongbo saat diwawancara.
Changzhou 2010 adalah awal dari rentetan panjang mimpi buruk Wang Lin. Saat itu dia cedera namun tetap memaksakan untuk melanjutkan game. Wang Lin saat itu berkata “ini mungkin keputusan terburuk yg pernah saya buat” mengacu pada keputusan nya untuk melanjutkan game. Inilah awal cedera ligamen yg robek dan membawa wang lin ke jerman untuk operasi selama 3 bulan. Tetapi pd saat itu wl optimis bs kembali lg. Setelah 3 bulan di jerman, wl kembali ke beijing untuk pemulihan cedera. Saat itu dia sangat terburu2 untuk kembali ke lapangan. Karena saat itu adalah pengumpulan point untuk olimpiade london 2012. Yaitu adalah mimpi wang lin. Australia open adalah turnamen pertamanya. 2 bulan kemudian dia kembali cedera yaitu pd turnamen singapore open 2011. Kali ini bkn ligamen nya robek tetapi cedera meniskus di lututnya. Sekali lagi sementara WL harus mengucapkan selamat tinggal kepada bulutangkis. Kali ini dia istirahat lebih lama dibanding cedera yg pertama.
WL tdk gentar begitu saja. Dia sekali lg kembali ke arena. Tp comeback nya tdk mudah. Mengikuti turnamen2 kecil untuk mengembalikan atmosfer. Seperti yg pernah dia katakan, setelah 2 injury sebelumnya selalu ada keraguan ketika bermain dan itu sangat mempengaruhi permainan nya. Pada saat cedera yg ke-3, 21 desember tahun lalu. Hari itu dikenal sebagai hari kiamat menurut sebagian org. WL pun menulis di microblognya. “hari kiamat ternyata benar benar hari kiamat” kutipan wang lin di microblognya. Benar saja, mgkn hari itu adalah hari kiamat bagi karir wl. Dan mungkin saja itu adalah hari terakhir wang lin berada di lapangan bulutangkis….
Semangat dan perhatian berlimpah dari fans dan juga teman teman nya pun datang bertubi-tubi. Dibandingkan dgn 2 cedera sbmlnya kali ini wl menghadapinya lbh tenang. Wang lin berkata bahwa dia sudah terbiasa dan tau harus berbuat apa. “tdk seperti cedera sebelumnya. Sekarang sudah tidak takut lagi” katanya.
Fisik yg bagus, skill yg luar biasa dan wajah yg cantik. Dgn kelebihan itu, Wang lin dlu dianggap sbg idola bulutangkis generasi baru. Terutama setelah memenangi National Games dan Kejuaraan dunia. Kita bisa beranggapan jika wl tdk cedera, dia bisa saja mencapai banyak prestasi lainnya. Tapi sekarang, semuanya hanyalah “jika” dan “jika”. Menyesal? Menghadapi mslh ini wang lin diam sejenak dan berkata “sayangnya iya, meskipun saya sudah tau setiap atlet pasti akan pensiun jg. sy jg berpikir apa yg akan saya lakukan ketika pensiun nanti. Sy tdk ingin mengucakan slmt tinggal pd bulutangkis dlm situasi seperti ini. mungkin ini adalah hasil yg terburuk.” wang lin lalu berhenti sejenak lalu berkata “tp skrg berhenti melihat ke belakang”. “saya sudah bekerja sangat keras terutama pada proses rehabilitasi yg telah saya jalankan selama ini. Walaupun hasilnya tdk begitu bagus”.
Stlh kejuaraan nasional berakhir, wang lin kembali ke Hangzhou utk memulihkan keadaan. Krn cedera lutut, wl tak lepas dr brace di lututnya. Hampir tidak bisa berjalan dgn benar. Kdg2 hang out dan bertemu dengan teman nya pun harus menggunakan alat untuk berjalan. Karena berjalan pun harus dibantu oleh alat wang lin pun merasa tdk nyaman. “ga bisa kemana-mana.Setiap hari stay dirumah. Bored!” ungkapnya. 18 januari 2013, Wang Lin kembali ke Beijing untuk pemeriksaan lututnya dan rencana kedepan mengenai lututnya.
Wang Lin berkata, stlh injury dia ingin belajar tapi belum tau mau belajar apa. Tp satu hal yg pasti adalah dia ingin belajar bhs inggris!. Mengenai bahasa inggris wang lin berkomentar “setidaknya mempelajari basic basic dalam bahasa inggris”.
Tentang masa depan, wang lin mengaku kalau dia tdk terlalu berpikir banyak. Tetapi sangat sulit untuk berpisah dari badminton. Setelah kurang lebih 10 tahun hidup dengan badminton. Pagi, siang, sore, malam hanya badminton dan badminton. “hati tentu saja belum rela. Saya tdk tau apakah saya bisa kembali lagi ke dunia bulutangkis dan bagaimana caranya…let it be” - Wang Lin

 (foto ini dikutip dari @wanglinfancier 'WL sedang melakukan terapi')


Keep support you WL ;;) by : @admn